Monday, February 11, 2008

Bride dies during marriage's first dance

What a tragedy !!!!

Sat Feb 9, 7:04 PM ET

DAVIE, Fla. - Kim Sjostrom wanted a real-life version of the film "My Big Fat Greek Wedding," which played in the background as friends fixed her hair and makeup before her own marriage ceremony.

But less than an hour after she and Teddy Efkarpides were wed, Sjostrom crumpled in her husband's arms during a Greek song that means "Love Me."

At 36, Sjostrom was dead from heart disease.

The wedding had became a project at Davie Elementary School, where Sjostrom taught first grade. Fellow teachers provided the wedding gown, the flowers and decorations. One of them, an ordained minister, performed the ceremony.

"It was perfect for her," said Dominic Church, the minister friend.

Sjostrom carried blue and white flowers during the ceremony — the colors of the Greek flag — as she exchanged vows with Efkarpides, a 43-year-old carpenter and Navy veteran. They had met three years to the day before the Jan. 19 wedding.

During the couple's first dance, Sjostrom complained of being lightheaded. Efkarpides thought his wife, a diabetic, needed sugar, but she collapsed.

Wedding guests, paramedics and doctors at a nearby hospital were unable to revive her.

She had a previous cardiac episode in her 20s and was a poster child — literally — for juvenile diabetes, relatives and friends said. Efkarpides recalled seeing the poster featuring her on New York subways.

He consoles himself by reading a list of "101 Reasons Why I Love You" that Sjostrom gave him their first Christmas together. "Number 1. You make me smile."

No. 98 is especially difficult: "You're the one I want to grow old with."

source : http://news.yahoo.com/s/ap/20080210/ap_on_re_us/wedding_death

Wednesday, February 6, 2008

Hidangan Imlek ( Duhh.... Ngiler Nehhhhhhhhhhhh )

 

Pengen posting aja sajian2 Imlek......sekalian pengen nanya....

Jadi pengen pulang lagi.. hiks.....

Mo buat kue2 Imlek kok gak sempat ya ??

Mo tanya dikit nih,bagi temen2 yg tau.... Tau kan kue ketan yg warna biru2 keungu2an gitu ??  Apa ya namanya ?? Pake sari bunga kah ???? Di mana dicari ? Pengen banget buat begitu,dimakan pake srikaya... Yummy!!!!!!!!

 

Contoh menu meja sajian Sembahyang Imlek: 

  1. Ca Rebung Iris Kasar (di dalamnya kadang disertakan juhi, haisom, abalone dan taoco) 
  2. Ca Rebung Iris Halus (bersama kepiting, udang, atau hisit) 
  3. Daging masak kecap (biasanya digunakan daging babi) 
  4. Sosis daging masak kecap 
  5. Masakan dari kaki 
  6. Masakan dari paru 
  7. Masakan dari lambung 
  8. Sate daging 
  9. Ayam O (dimasak bersama taoco dan facai) 
  10. Opor Ayam 
  11. Sambel Goreng (ampla, hati ayam, dan petai) 
  12. Mi Goreng 

Kue-kue wajib di meja sajian: 

  1. Kue Keranjang (disusun 3, 4, atau 5 buah dihias dengan kertas minyak warna merah) 
  2. Kue Moho (bisa diganti dengan Kue Mangkok, biasanya dicari yang berwarna merah jambu atau merah). salah satunya diletakkan di atas susunan kue keranjang. 
  3. Kue Ku warna merah 
  4. Kue Lapis 
  5. Wajik (warna merah atau cokelat gula merah) 
  6. Kue Nagasari 
  7. Kue Bugis 
  8. Kue Lemper (dibungkus seperti burung) 
  9. Madu Mongso 
  10. Bongko Cunduk, Bongko Meniran, atau Bongko Kopyor 
  11. Coro Bikang 
  12. Ketan Tetal (ketan warna biru disajikan dengan sambal ebi) 

Manisan wajib: 

  1. Tangkue 
  2. Angco (kurma merah, bisa diganti dengan manisan ceremai warna merah. Biasanya manisan ini disajikan dalam piring-piring kecil atau ditusuk-tusuk seperti sate. Ditata di atas meja khusus bernama cenap. Biasanya tiap tusuk mewakili satu leluhur.) 

Buah-buahan wajib: 

  1. Pisang Raja atau Pisang Mas 1 sisir 
  2. Tebu 
  3. Srikaya 
  4. Jeruk Bali, sebagai lambang persatuan (masih lengkap dengan tangkai dan daunnya) 
  5. Delima merah 
  6. Nanas 
  7. Lengkeng 
  8. Jeruk Lokam 
  9. Belimbing 
    Biasanya buah-buahan ini dihiasi atau dibungkus dengan kertas minyak warna merah.
     

sumber : http://www.sedap-sekejap.com/artikel/2001/edisi2/files/artikel2.htm

Gong Xi Fat Cai ( Artikel Imlek & Mitos & Ritual di Dalamnya )

Imlek is coming !!!!!

Still remember as a kid,we went to our relatives' houses and got some Ang Pao ^____^. I loved the moments. Then,we'd ask one each others," how much you got ?? " Ha ha ha ha ha.

We still celebrate Sin Cia ( Imlek ),but just celebrate for the feast, esp. lots of meals are served on the tables. No.. we do not go to temples or pray for the dead great greatparents.

I just don't wanna loose the casual tradition since I still have Chinese blood in my body,and so has MeiLee. I want her to know where she comes from and keep it in her mind abt the Chinese Cultures.

Yes, I post this article so one day I can tell MeiLee abt the history. It's gonna be her valuable experience to know abt new stuff. I want her to gain more knowledge abt other cultures,too....

After all.....  Ni men... Gong Xi Fat Cai.........

Regards from our family to yours.....

 

KapanLagi.com - Tahun Baru Imlek 2559 tahun ini tiba di tanggal 7 Februari 2008. Hari raya ini merupakan hari pertama dalam bulan pertama dari sistem kalender yang dipakai oleh orang Tionghoa. Imlek merupakan sistem kalender lunisolar yaitu gabungan dari sistem kalender bulan dan kalender matahari. Tahun Baru Imlek dikenal juga sebagai Tahun Baru China dan Festival Musim Semi (Chun jie). Perayaan tahun baru ini tentunya tidak bisa lepas dari segala mitos dan ritual yang melekat kuat di dalamnya.

Asal Muasal peringatan Tahun Baru Imlek ini pun mempunyai kisah tersendiri. Konon pada dahulu kala pada tepat setiap musim semi tiba di akhir musim dingin masyarakat sering diganggu binatang buas yang bernama Nian. Binatang buas ini datang dari dasar lautan untuk memakan manusia. Masyarakat mengetahui bahwa Nian ini takut akan bunyi yang keras. Karena itu untuk mencegahnya datang, mereka memukul beduk, gong dan membakar bambu yang akan menimbulkan suara ledakan (terakhir ini telah diganti dengan petasan, setelah diketemukannya mesiu pada dinasti Sung). Mulai saat itu setiap akhir musim dingin, masyarakat merayakan tahun baru imlek dengan membakar petasan dan memainkan barongsai untuk mengusir segala yang jahat dan menyambut datangnya musim semi.

Imlek secara tradisi telah diperingati oleh masyarakat Tionghoa seluruh dunia sejak ribuan tahun lalu. Dari buku kuno diketahui Imlek dirayakan di Tiongkok 4699 tahun yang lalu oleh raja pertama Huang Ti. Secara tradisi penyambutan Imlek diisi dengan aktivitas menjadi baru mulai dari mendandani rumah dan dirinya sendiri dengan pakaian dan semangat baru. Yik Nien Fuk Se, Wan Siang Keng Sin artinya datangnya tahun baru mengubah segalanya menjadi baru. Warga Tionghoa kini menghabiskan hari-harinya mempersiapkan Imlek dengan membuat aneka macam kue keranjang atau kue tar, membersihkan rumah dan tempat ibadah serta menyiapkan angpao. Sementara yang laki-laki akan membersihkan pekarangan atau mencat rumah.

Segala rangkaian prosesi perayaan Tahun Baru Imlek ini dimulai dengan suatu ritual yang dinamakan Cap Ji Gwee Jie Shie (tanggal 24 bulan ke-12 Imlek), yang jatuh pada hari Rabu 30 Januari 2008. Ditandai dengan penyalaan puluhan hio (dupa bergagang) berketinggian tiga meter di klenteng-klenteng. Bagi yang tidak mampu membeli itu, pelaksanaan sembahyang cukup dengan hio biasa, lilin kecil, minyak nabati, serta sesaji buah-buahan, kue serba manis, dan pembakaran hu (kertas merang bergambar kuda terbang).

Ritual ini juga sering disebut dengan Shang Sheng. Shang Sheng merupakan salah satu dari rangkaian ritual keagamaan pemeluk agama Khong Hu Cu, meski kemeriahannya tak semencolok pada Malam Tahun Baru Imlek, dan Cap Go Mee atau hari ke-15 Tahun Baru Imlek.

Rangkaian kegiatan menyambut tahun baru Imlek dimulai dengan sembahyang syukuran tutup tahun imlek 2558 atau Sam Sip Pu mulai 6 Februari mulai pagi hingga malam. Acara persembahyangan Tahun Baru sendiri, dimulai menjelang tengah malam hingga besok paginya.

Biasanya pada malam sebelum tahun baru atau Chu Si Ye, seluruh anggota keluarga harus kumpul bersama dan makan Thuan Yen Fan (makan malam sekeluarga). Jika ada keluarga yang tidak sempat atau berhalangan untuk pulang ke rumah, di meja akan disiapkan mangkok dan sepasang sumpit yang mewakili yang tidak sempat datang tadi.

Sayur yang disajikan cukup banyak dan mengandung arti tersendiri, seperti Kiau Choi yang melambangkan panjang umur, ayam rebus yang disajikan utuh melambangkan kemakmuran untuk keluarga. Sedangkan bakso ikan, bakso udang dan bakso daging melambangkan San Yuan atau tiga jabatan yaitu Cuang Yuen, Hue Yuen dan Cie Yuen. Tiga jabatan tersebut adalah jabatan yang sangat dihormati masyarakat Tionghoa pada jaman kekaisaran dahulu.

Juga ada Kiau Se atau pangsit yang bentuknya dibuat mirip dengan uang perak zaman dulu. Menurut kepercayaan, makan Kiau Se akan mendatangkan rejeki. Malahan sesuai tradisi di antara pangsit tersebut salah satunya akan diisi dengan koin. Bagi yang mendapatkan koin tersebut konon akan mendapatkan rejeki besar. Di meja juga disiapkan ikan yang dihias dan akan dimakan. Maknanya yaitu Nien nien yeu yi atau setiap tahun ada lebihnya. Ikan dingkis bertelur yang dikukus merupakan hidangan istimewa sebab diyakini dapat membawa keberuntungan di tahun baru.

Selain sajian-sajian itu yang menjadi tradisi di warga Tionghoa dalam menyambut Imlek adalah dengan menggunakan pakaian tidur berikut pakaian dalam yang masih baru. Maksudnya adalah untuk membuang kesialan tahun lalu. Pada malam tahun baru setelah berdoa dan makan malam, tidur dengan menggunakan pakaian tidur yang baru umumnya berwarna merah.

Pada hari pertama Sin Nien atau tahun baru, pertama yang akan dilakukan adalah sembahyang pada leluhur bagi yang ada altar di rumah. Bagi yang tidak punya altar, akan ke klenteng terdekat untuk sembahyang mengucapkan terima kasih atas lindungan Thien (Tuhan) sepanjang tahun. Setelah itu memberikan hormat kepada kedua orang tuanya, saling mengunjungi sanak keluarga dan kerabat dekat.

Selain itu bagi anak-anak muda mereka akan menyambut tahun baru dengan memasang petasan dan main barongsai yang mengandung arti mengusir segala yang jahat dan menyambut segala yang baik. Banyak pantangan yang tidak dilakukan pada hari tersebut. Seperti tidak menyapu dan tidak membuang sampah yang katanya akan mengusir rejeki keluar rumah. Pantangan lainnya yaitu tidak boleh bertengkar atau mengeluarkan kata-kata fitnah dan tidak boleh memecahkan piring. Namun jika kebetulan secara tidak sengaja ada piring atau mangkok yang pecah, untuk penangkalnya harus cepat-cepat mengucapkan Sue sue Phing an yang artinya setiap tahun tetap selamat.

Pada hari kedua tahun baru adalah saatnya hue niang cia atau pulang ke rumah ibu. Hari ini bagi wanita yang sudah menikah akan pulang ke rumah ibunya dengan membawa Teng Lu yang merupakan bingkisan atau angpao (kantong merah kecil yang berisi uang) untuk ibu dan adik-adiknya. Secara tradisi Angpao atau Hung pau juga diberikan kepada anak-anak dan orang tua. Pada hari ketiga, mereka lebih banyak tinggal di rumah, tidak banyak melakukan perjalanan dan aktivitas.

Pada hari keempat adalah hari menyambut para dewa untuk kembali ke bumi. Konon menurut kepercayaan Dewa Dapur (Co Kun Kong) dan para dewa dari langit akan kembali ke Bumi. Pada hari kedatangan kembali para dewa-dewi itu, khususnya Dewa Dapur, akan disambut bunyi-bunyian antara lain dengan kentongan. Warga Tionghoa biasanya ke klenteng untuk Hi Fuk atau memohon kepada dewa untuk mendapatkan perlindungan dan rejeki. Sesaji yang dibawa biasanya berupa buah-buahan juga ciu cha (arak) dan teh.

Dihitung dari Shang Sheng, rangkaian persembahyangan menjelang dan sesudah Tahun Baru Imlek meliputi 21 hari. Bagi orang yang masih kental merayakannya secara lengkap, tiga pekan itu adalah saat-saat penuh makna bagi perawatan batin. Mereka berdoa, mawas diri, bersedekah, mohon pengampunan, berterima kasih kepada Thien (Tuhan), leluhur, orang tua dan orang-orang yang dituakan, dan mohon pertolongan kepada Tuhan dan para dewa agar sehat, selamat dan sejahtera di tahun yang baru.

Kebiasaan merayakan Imlek memang tidak harus dilakukan dalam pesta atau perayaan yang berlebihan. Yang paling penting adalah pergi ke Vihara, berdoa menghaturkan kasih dan persembahan ke Tuhan dan leluhur. Juga tidak lupa bersedekah. Prinsip di sini yaitu adat dijalankan, soal pesta nomor dua.

Imlek 2559 yang dilambangkan dengan shio Tikus Api justru dikhawatirkan karena kurang membawa keberuntungan. Orang tua mengatakan "tikus panas" kurang baik untuk peluang usaha yang menguntungkan. Karena itu, warga Tionghoa lebih mengutamakan sembahyang bersama keluarga. Terutama kalau masih ada orang tua, berkumpul di rumah orang tua minta maaf dan kemudian bersyukur dengan makan bersama. (kpl/cax)

source : kapanlagi.com

Tuesday, February 5, 2008

Cumi Asam Pedas Tauco


Description:
Mumpung lagi off siang ini,pengen makan seafood.Bbrp minggu lalu beli Cumi2 di CAM.

Pilah pilih resep,akhirnya mentok ke resep yg satu ini.


Ingredients:
3 ptg cumi ( krn buat sendiri )
5 -6 cabe rawit
2 siung bawang merah,iris
1 siung bawang putih,iris
5 pete,iris
lengkuas, dikeprak,sedikit saja
tomat , secukupnya,diptg2
1 sendok makan tauco
garam
gula
merica
air secukupnya
minyak goreng


Directions:
Tumis semua bahan kecuali tomat.
Tumis2 sebentar,masukkan cumi2.
Tambahkan tomat,garam,gula dan air
Ungkep sktr 15-20 menit
Tusuk2 cumi,pastikan kalo dagingnya sudah matang
Siap disajikan !!!

Ronnie : Rose for You...eh...Actually for Nikki ^___^

I was working at the bar on Wed nite.I had promised Ronnie to update the Quicken ( tax season is coming!!! Duhhhhhhh ). When I was busy arranging the file,Nikki's boyfriend ( Nikki is our freelance bartender ), knocked the door and said that Nikki got stomachache,so she needed to home.

Ronnie asked me to go out and bartended.I said," Gimme a few minutes." So,Ronnie went up front and bartended for a while. Then,he came back to the office. He said, " This is for you,my love." Huh ???? I saw he was holding a !!!!  I asked him," Eh ??? Where did you get it ??Why did you do it ? "

Ronnie said, " Because I love you."
I said," Hmm... Wait a minute.When did you go out buying the rose ? You've been staying at the bar all nite long." I wasn't sure he sneaked out to buy the rose. :D

Ronnie said," Well....Actually it's for Nikki. A guy with a dog came here. He gave it to Nikki,but Nikki's gone. I told him I knew somebody who loves the rose.It's you."

 Oh my!!!!!!!!!!!!! That's what I thought so !!!!!!!!!!!! Ronnie laughed!!!!!!!!!! I told him," This is for Nikki. Supposedly to be given to Nikki."

But Ronnie said," Well..the rose will be bad the time Nikki comes on Sunday. You better keep it,baby."

Well........ I love Rose,so I kept it. I took it home.he he he he he.

The next day, I called Nikki.I told her a guy came with a  rose. Nikki laughed and said," Mei-Mei,he's crazy!!!!". Ugh ?????? I asked how he looked alike. Nikki gave me description. Aha!!! I know him!!! I told her," Tall guy,skinny one, drinks Tanqueray and works at Outback Steakhouse?" She said," Yes!!!!!!!! ". Oh well... he's my regular customer. ^__________^.

I told Nikki I kept the rose. She said," It's all rite. I couldn't believe he came with a rose."

Since Nikki works at the bar, there're some guys come to see her. She's a nice girl. I am so lucky to have her work with us.

Thank you for the Rose,Nikki.